Update

8/recent/ticker-posts

Unisa Surakarta Sebagai Wahana Kaderisasi Perempuan Berkemajuan

 

SURAKARTA – Syukur terpanjatkan bagi Allah swt. Karena pada Sabtu (29/8) telah dilakukan peluncuran Univesitas Áisyiyah (Unisa) Surakarta. Sebagai bentuk kesyukuran itu harus dilakukan dengan rasa penuh tanggung jawab yang turunannya akan menjadi agenda yang banyak bagi Unisa Surakarta.


Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini dalam sambutan acara peluncuran Unisa Surakarta via daring.


Atas nama Pimpinan  Pusat Áisyiyah, Noordjannah, memberikan apresiasi yang tinggi atas ikhtiar yang telah dilakukan BPH, Rektor dan seluruh jajarannya yang telah mengikhtiarkan proses perubahan Stikes Áisyiyah berubah bentuk menjadi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta.


“Ikhtiar ini diiringi dengan doa-doa yang kita selalu panjatkan, karena amal usaha ini usaha untuk didedikasikan untuk kepentingan umat dan kemajuan bangsa,”ujar Noordjannah.


Noordjannah menyinggung sejarah para tokoh perempuan Áisyiyah di Jawa Tengah yang telah memberi dedikasinya untuk membangun perguruan.

Dimulai dari Ibu Siti Sudalmiyah Rais Ibunda Pak Amien Rais, melalui sekolah bidan, sekolah keperawatan, akademi bidan, sekolah keperawatan, dan akhirnya menjadi universitas. 

Proses itu menunjukkan perjuangan para tokoh awal membangun untuk menjadikan lembaga pendidikan ini menjadi lembaga yang terus berkembang.


Selain itu, lanjut Noordjannah, sejarah terbentuknya pendidikan bagi tenaga kesehatan di Muhammadiyah tak lain karena pada tahun 1966 Muhammadiyah Áisyiyah sedang gencar berdakwah melaui RS sehingga untuk mensuplai kebutuhan SDM dibuatkan perguruan pendidikan bagi tenaga medis.

Yang terjadi kemudian adanya sinergi antara dakwah dibidang kesehatan dan pendidikan.

Sejarah ini, menurut Noordjannah menjadi bagian dari tonggak dan harus merefleksi bagaimana semangat jihad dari para perempuan Muhammadiyah untuk terus mengembangkan sayap dakwahnya termasuk dakwah dibidang pendidikan.

Tentu kesyukuran ini harus dilakukan dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

Saat ini, segenap Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat juga sedang menunggu hasil visitasi Stikes ‘Aisyiyah Bandung yang akan bertransformasi juga menjadi Unisa Bandung.

“Untuk itu, PP Áisyiyah memohon doa untuk kelancaran usaha ini dan agar bisa diluncurkan juga tahun ini. Hal ini tentu akan diikuti pimpinan wilayah ‘Aisyiyah lainnya yang sedang berikhtiar mendirikan Unisa di daerahnya,” tuturnya.

Perjuangan Áisyiyah nyatanya melalui banyak bidang. Salah satunya adalah pendidikan.

Dari PAUD hingga perguruan tinggi mestinya dirawat, dibesarkan, dikokohkan dan dikuatkan.

Ini menjadi suatu kekuatan karena ‘Aisyiyah juga telah menjadi pioneer organisasi perempuan muslimah yang memiliki amal usaha cukup besar.

Sehingga Noordjannah berpesan dalam pandemi yang menjadi tantangan sekarang para pimpinan harus tetap survive dalam segala kondisi.

Noordjannah juga berpesan agar menjadikan Unisa Surakarta sebagai wahana kaderisasi perempuan muslimah untuk bisa bertebaran dimanapun juga dan membawa misi rahmatan lil alamin. Juga melanjukan perjuangan para tokoh perempuan.


“Untuk perguruan tinggi ‘Aisyiyah perlu menggali jejak-jejak tokoh perempuan. Ini akan memberikan motivasi sehingga dakwah Áisyiyah bisa meluas dan memberikan warna dakwah diseluruh kehidupan,” pungkasnya.[red]




Publiser : DIMA