Update

8/recent/ticker-posts

Demi Keselamatan Masyarakat Di Era Pandemi, Aksi Orasi KAMI Dihentikan Di Surabaya

              Mako Polda Jatim (Poto : Ist) 

Surabaya - Di Era Pandemi Covid 19 sekaligus demi keselamatan masyarakat,  kegiatan yang melanggar undang-undang atau Peraturan Pemerintah terkait dengan pandemi Covid-19, yang diselenggarakan oleh organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dibubarkan atau dihentikan kegiatannya,pada Senin (28/9/2020).

Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko(Kabid Humas Polda Jatim)

Kegiatan yang awalnya di Musium NU Jalan Gayungsari  lalu tidak jadi dan pindah di  Gedung Juang 45 Surabaya ini juga pindah yang akhirnya di Gedung Jabal Nur, Sidoarjo, Jawa Timur.

Berdasarkan Intruksi Presiden (Inpres) nomor 6 tahun 2020, Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2020, dan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 53 tahun 2020, dan Peraturan Walikota (Perwali) serta Peraturan Bupati (Perbub) di seluruh Jawa Timur, bahwa setiap kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, wajib dilakukan adanya asesmen.

"Asesmen disini adalah, untuk menilai layak dan tidaknya penyelenggaraan ini sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, dari mulai kapasitas tempat, jumlah orangnya, melakukan rapid, kemudian kesiapan protokol kesehatan, jadi tidak hanya menggunakan masker," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, pada Senin (28/9/2020).

Selain itu, lanjut Kombes Trunoyudo mengatakan, dengan mendasari Peraturan Pemerintah no 20 tahun 2017, tentang tata cara perijinan dan pengawasan kegiatan keramaian umum, kegiatan masyarakat lainnya dan pemberitahuan kegiatan politik.

Pada pasal sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia, dimana penyelenggara wajib meminta ijin keramaian.

Namun dalam hal ini kegiatan tersebut tidak memiliki ijin sebagaimana yang diamanahkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 60 tahun 2017.

"Yang selanjutnya adalah, juga adanya kontra dengan kegiatan tersebut, maka dalam hal ini mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, juga adanya peraturan terkain dengan pandemi Covid-19, kedua-duanya kita lakukan penghentian kegiatan. Mengingat keselamatan Rakyat atau masyarakat adalah hukum yang tertinggi," tegasnya.

Kabid Humas Polda Jatim menambahkan, kegiatan  selanjutnya dapat dilakukan secara virtual, atau hal hal yang tidak mengumpulkan massa.[TnJT]