Update

8/recent/ticker-posts

Dirjenpas Minta Lapas/ Rutan Semakin Disiplin Terapkan SOP di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

 


SURABAYA – Lapas dan Rutan masih harus disiplin di era adaptasi kebiasaan baru.Hal itu disampaikan Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Dirjenpas A. Yuspahruddin Selasa (8/9/2020).

Dia mengajak seluruh UPT lapas dan rutan untuk semakin disiplin dalam menerapkan SOP di era adaptasi kebiasaan baru.

Hal tersebut dikatakan Yuspahruddin saat menggelar rapat koordinasi secara daring bersama jajaran pemasyarakatan di Indonesia.

Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitas, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan Slamet Supartono memimpin jajarannya dari Divisi Pemasyarakatan.

Yuspahruddin menegaskan bahwa seluruh lapas dan rutan harus menerapkan Surat Dirjenpas Nomor PASOT.02.02-25 tanggal 25 Agustus 2020 hal Revisi 1 Pedoman COVID-19 di UPT Pemasyarakatan.

Serta Keputusan Dirjenpas Nomor PAS25.OT.02.02 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan Penanganan COVID-19 di UPT Pemasyarakatan dalam Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Salah satu yang paling penting adalah, lapas dan rutan harus menolak tahanan A1 dan A2,” tegasnya.

Dia menjelaskan tahanan yang boleh diterima hanya yang sudah inkrah dan hanya dua kali dalam sebulan. Karena, tahanan harus dimasukkan ke ruang isolasi terlebih dahulu selama 14 hari.

Jumlah yang diterima pun harus disesuaikan dengan kapasitas ruang isolasi. “Kalapas dan karutan harus ketat menerapkan aturan ini,” terangnya.

Selain itu, petugas juga harus disiplin dengan tidak mengikuti kegiatan yang mengakibatkan kerumunan.

Kepala UPT harus menjaga mereka. Setiap apel diingatkan. Menurutnya, keputusan ini sudah final dan tidak boleh ditawar lagi.[red_Dd]