Update

8/recent/ticker-posts

Jangan Pernah Ragukan Profesionalitas Polri

 



Pekan-pekan ini, barangkali menjadi har-hari yang berat bagi institusi dan anggota Polri di beberapa tempat di wilayah Indonesia.


Di Jakarta misalnya, sebuah ujian bagi Polri terjadi saat ini Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, diserang, dibakar dan dirusak oleh lebih dari 100 orang, yang belakangan diketahui dilakukan oleh anggota militer TNI Angkatan Darat.


Meski menderita kerugian rusaknya fasilitas dan sarana milik negara, dan menyebabkan jatuhnya korban luka-luka, namun Polri tetap bersikap profesional dengan mempertahankan sinergitasnya dengan TNI, yang justru harus terus dijalankan sesama alat dan abdi negara.


Polri, khususnya Polsek Ciracas, juga tetap melakukan unsur pelayanan terhadap masyarakat di tempat tersebut, sebagai bagian dari kegiatan mereka sehari-hari.


Tentu bukan hal yang mudah melakukannya, di tengah hancur leburnya kantor mapolsek tersebut.

Ujian lainnya bagi institusi Polri juga terjadi di Sorong, Papua Barat. Adik ipar penyanyi, sekaligus politisi PDI Perjuangan, Edo Kondologit, mengembuskan nafasnya, di penjara Polres Sorong Kota, kurang dari 24 jam setelah di tahan di kantor polisi tersebut.


Hal tersebut memantik kemarahan keluarga besar Edo Kondologit, yang memprotes kejadian tersebut, dan meminta pertanggungjawaban dan transparansi polisi atas kasus tersebut.

Tanpa memandang kehadiran Edo Kondologit sebagai seorang selebritis, sudah jadi kewajiban polisi kepada siapapun, untuk berlaku adil dan bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya.


Masyarakat tidak perlu ragu. Siapapun yang bersalah atas kasus tersebut, pasti akan diusut oleh polisi, termasuk memang jika ada oknum polisi yang terlibat atas kematian tersebut.


Apalagi, Kapolres Sorong Kota, AKBP Robertus A Pandiangn, SIk, MH, sudah menjamin hal tersebut, saat menerima keluarga besar Edo di Polres Sorong Kota.

Hal yang sama juga terjadi di Makassar, dengan adanya korban tewas akibat ditembak yang diduga dilakukan oknum polisi di sana, saat melakukan pengejaran terhadap Bandar narkoba.


Polisi pasti akan mengusut tuntas, apakah memang benar terjadi kesalahan procedural dalam pengejaran, termasuk penembakan yang dilakukan, sehingga terjadi korban meninggal akibat tembakan polisi.


Masyarakat perlu bersabar, masyarakat juga harus percaya bahwa polisi dengan prinsipnya profesional, modern dan terpercaya, pasti dapat menyelesaikan kasus ini dengan sebaik-baiknya. Mesi nantinya ada oknum polisi yang terlibat, Polri pasti akan bijaksana dalam bersikap, dan tetap akan berlaku adil dan transparan dalam menyelesaikan permasalahan ini.


Seperti dalam kasus Djko Tjandra, di mana banyak masyarakat yang pesimis Polri akan bertindak tegas terhadap oknum polisi yang terlibat. Namun dalam kenyataanya, meski melibatkan sejumlah perwira tinggi, namun polisi tetap mampu mengungkapkan kasus tersebut dan memastikan ada tindakan hukum yang akan dijatuhkan pada siapapun anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut.


Jadi sekarang, percayakan semuanya pada Polri, kita dukung Polri untuk bersikap bijaksana dan adil dalam setiap permasalahan, termasuk yang dilakukan oleh oknum anggotanya.