Update

8/recent/ticker-posts

Kadinsos Jatim Minta Pensosmas Lakukan Pemetaan dan Pendataan

JAWA TIMUR - Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Dr Alwi MHum, meminta agar Pensosmas melakukan pemetaan terhadap kondisi kerentanan sosial dan melakukan pendataan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah masing-masing.

Hal ini dikatakannya saat kegiatan penguatan kapasitas Pensosmas, Senin-Selasa (28-29/9/2020) di Hotel Harris Surabaya dan Hotel Aston Banyuwangi.

"Penyuluh harus tahu, masyarakat yang tergolong kerentanan sosial itu seperti apa dan jumlahnya berapa. Sehingga mereka bisa bergerak bersama dengan pilar sosial yang lain. Penyuluh sosial jangan berdiri sendiri. Ajak yang lain untuk bersinergi, karena sinergi itu meringankan beban dan mempercepat hasil," ujar  Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Dr Alwi MHum, saat membuka acara di Hotel Harris Surabaya.

Pejabat asal Sumenep ini pun meminta agar Pensosmas juga memberikan perlindungan sosial terhadap kelompok rentan, miskin, atau PPKS lainnya dan mendorong partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial lokal guna memperkuat pelayanan terhadap PPKS.

Kecuali itu, Alwi juga meminta agar Pensosmas juga mampu mengendalikan konflik sosial dan bisa memelihara kearifan lokal di masing-masing daerah.

Semua itu, menurutnya, sangat penting guna menerapkan dimensi tersebut sebagai model pemberdayaan sosial melalui Desa Berketahanan Sosial.

"Ujung tombak dari semua kegiatan sosial itu sesungguhnya berada di desa. Kondisi di desa akan sangat mewarnai potret kota. Kalau desanya punya ketahanan sosial, maka kotanya akan jadi kota yang berketahanan sosial atau maju. Karena itu yang perlu digarap adalah desa," ungkapnya.

Dengan mengimplementasikan Desa Berketahanan Sosial, Plt Kepala Bakorwil Pamekasan ini meyakini masyarakat akan bisa mengatasi persoalan yang dihadapi. Mulai dari kerentanan sosial hingga persoalan ekonomi. 

"Kalau konsep ini jalan, maka, program pemerintah bisa nampak hasilnya. Grade masyarakat pun bisa naik dan mereka berubah ke arah yang lebih baik," yakinnya.

Lantaran itu, jika usai diadakannya kegiatan ini nanti bisa segera terwujud adanya Desa Berketahanan Sosial, maka Alwi pun memastikan tidak menutup kemungkinan akan me-launching Desa Berketahanan Sosial tersebut.

"Bila ditemukan sudah ada yang berhasil menerapkan Desa Berketahanan Sosial, tidak menutup kemungkinan kami akan launching," katanya.

Sementara, kegiatan yang digelar secara luring dan daring ini diikuti 176 orang peserta. Meliputi, relawan Pensosmas, kepala desa/lurah tempat domisili relawan Pensosmas, pekerja sosial masyarakat (PSM), koordinator dan pengurus provinsi Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), TKSK Kab. Banyuwangi, koordinator dan pengurus Tagana provinsi, serta koordinator Karang Taruna.

Adapun beberapa narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini, di antaranya, Kapuspensos Kementerian Sosial RI Dr Hasim, Ketua Ikatan Penyuluh Sosial Indonesia, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, dan Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik.[JNR]