Update

8/recent/ticker-posts

KPU Tangerang Selatan Gelar Simulasi Pemungutan Suara Dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid19

Banten - Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Simulasi Pemungutan Suara Pemilihan Serentak Tahun 2020 dengan protokol kesehatan dan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease (Covid19) bertempat di TPS 18 Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan.Pada hari Sabtu (12/09) 

Acara simulasi dimulai pada pukul 07.00 WIB  dengan  terlebih dahulu dilakukan sumpah janji KPPS dan dilanjutkan dengan proses pemungutan suara.

Tampak hadir Ketua dan Anggota KPU RI beserta jajaran, Ketua dan Anggota Bawaslu RI, DKPP, Ketua, Anggota. dan Sekretaris KPU Provinsi Banten, Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Banten, serta tamu undangan lainnya.

Ketua KPU Kota Tangerang Selatan Bambang Dwitoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa KPU Kota Tangerang Selatan dalam penyelenggaraan Pemilihan Serentak tahun 2020 berpedoman pada Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2020 tentang Perubahan PKPU 6 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemilihan dimasa Bencana Nonalam Covid19 seperti pada tahap pelantikan PPK, Coklit, serta pendaftaran calon.

“Sebagaimana arahan dari KPU Provinsi Banten, bahwa penyelenggaraan Pemilihan Serentak tahun 2020 harus mengedepankan pada prinsip kesehatan dan keselamatan manusia, prinsip tersebut kami jadikan pedoman dalam penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan tahun 2020”, jelas Bambang Dwitoro.

Ketua KPU RI Arief Budiman dalam sambutannya menjelaskan dua hal yang ingin dicapai dalam kegiatan simulasi pemungutan suara dengan protokol pencegahan Covid19.

“Pertama, KPU  ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pada hari Rabu tanggal 9 Desember  2020 kita akan menyelenggarakan pemungutan suara dengan regulasi yang baru, oleh karena itu kegiatan ini sebagai bagian dari kita untuk mensosialisasikan kepada masyarakat”, jelas Arief Budiman.

“Saya berharap yang hadir disini yakni masyarakat,  pejabat,  agar informasi yang didapat dari simulasi ini tidak  berhenti disini tetapi kemudian disosialisasikan dimulai dari keluarga kita, tetangga kita, teman, kolega kerja kita, lalu ini akan terus menyebar, memberikan informasi kepada masyarakat tentang Pemilihan Kepala Daerah  dan Wakil Kepala Daerah 9 Desember 2020”, lanjut Arief.

“Kedua, yang ingin dilakukan oleh KPU ingin memastikan regulasi yang dibuat oleh KPU bisa diimplementasikan didalam pelaksanaan pemungutan suara. Bahwa setiap orang yang datang, pemilih yang datang mematuhi antrian. Pemilih datang sesuai himbauan KPU agar datang tidak datang pada jam yang bersamaan, kami ingin memastikan setiap pemilih  paham betul sebelum masuk ke TPS harus mencuci tangan, petugasnya paham betul bahwa dia harus mengukur suhu tubuh pemilih,  memastikan bahwa suhu tubuh diatas 37,3 derajat mereka dilayani dalam bilik suara khusus”, terang Ketua KPU RI

Lebih lanjut Arief Budiman menjelaskan bahwa KPU ingin memastikan bahwa setiap perlengkapan di dalam TPS ini bisa digunakan sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan dua pesan ini yakni sosialisasi  dan memastikan regulasi berjalan baik adalah menjadi semangat kita bersama.

Setiap simulasi kami ingin mendapatkan catatan, masukan, dan kritikan dari Bapak dan Ibu semua, agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun  2020 ini dua hal penting untuk diperhatikan kesehatan dan keselamatan.

Segala daya upaya itu dikerjakan untuk dapat menjaga dua hal ini, yakni  pemilih, penyelenggara, pesertanya tetap terjaga kesehatannya dan semua berjalan dengan tingkat keselamatan yang tinggi,pungkas Arief sebelum mengakhiri sambutannya.

Kegiatan simulasi pemungutan suara ini dilaksanakan dengan protokol pencegahan Covid19, antara lain petugas KPPS menggunakan APD berupa masker, sarung tangan, face shield, serta dilengkapi dengan baju hasmat sebanyak dua buah.

Selain itu pemilih sebelum memasuki TPS harus memakai masker, menerapkan jaga jarak saat mengantri, lalu wajib mencuci tangan dengan sabun, diukur suhu tubuhnya, diberikan sarung tangan sekali pakai, serta pemberian tinta dengan diteteskan tinta oleh petugas KPPS.

Pada simulasi tersebut, disediakan bilik khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius serta dilakukan simulasi penanganan pemilih yang pingsan dengan menggunakan baju hazmat.[red]