Update

8/recent/ticker-posts

Megawati : Tidak Memberikan Rekomendasi,Jika Mencalonkan Diri Hanya Karena Harta


JAKARTA - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menegaskan, tidak akan memberikan rekomendasi kepada kadernya yang akan maju kembali sebagai kepala daerah apabila semasa menjabat hanya mengedepankan publisitas semata.

Hal tersebut disampaikan Megawati di acara pembukaan sekolah PDI-P secara virtual, pada Minggu (13/9/2020).

"Itu yang saya bilang, kalau hanya aksi-aksian, apa boleh buat? Jangan harap untuk kedua kali (maju kembali), tidak pernah saya berikan! Saya bilang ganti, ganti! Masih banyak orang yang mau jadi (kepala daerah) kok," ujar Presiden ke-5 RI ini.

Megawati juga meminta calon kepala daerah dari partainya untuk mendedikasikan seluruh pikiran bagi rakyat dan memiliki keinginan untuk menyejahterakan rakyat.

Apabila tidak mengerti, Megawati meminta mereka untuk bertanya kepada yang lebih mengerti agar tak hanya mengedepankan aksi demi publisitas semata.

Ia memastikan, jika mencalonkan diri hanya karena harta, jabatan, dan kekuasaan, maka pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi untuk maju kembali.

"Saya sangat yakin bahwa anda tidak akan mungkin menjadi dua kali. Kami sangat ketat dalam hal itu, karena dalam proses memilih pemimpin-pemimpin daerah, kami selalu memantau gerak kerjanya," kata dia.

Antara lain, pimpinan daerah yang mau dekat dan berjuang bagi rakyat maka yang bersangkutan akan dicintai rakyat sehingga dipilih kembali.

Ia pun mencontohkan keberhasilan Presiden Joko Widodo yang merupakan kader PDI-P dan terpilih menjadi Presiden selama dua periode.

"Jadi jangan dikira kalau nantinya saudara-saudara yang telah menang lalu setelah jadi calon mulai keluar keangkuhan, kepongahan. Banyak saya lihat seperti itu terjadi, tak mau turun ke bawah," kata dia.

"Saya bilang ya terserah, nanti kita lihat apakah kalau dia mau mencalonkan lagi kedua kalinya akan kami calonkan?" lanjut Megawati.

Adapun dalam sekolah partai PDI-P gelombang tiga ini diikuti oleh 2.112 peserta dan akan dilaksanakan selama tiga hari.

Dari seluruh peserta, terdapat beberapa kepala daerah incumbent, antara lain dua gubernur, 22 bupati, 20 orang wakil bupati, dua orang wali kota, dan empat orang wakil wali kota.[KmP]