Update

8/recent/ticker-posts

Napi WN China Kabur,Anggota Komisi III DPR RI Minta Kemekumham Mengevaluasi Dirjen PAS

Foto: Anggota Komisi III DPR RI Supriansa (Dok: Istimewa)

Jakarta - Salah satu narapidana narkoba warga negara China bernama Cai Changpan kabur dari Lapas Tangerang melalui galian lubang yang dibuat di dalam sel.

Anggota Komisi III DPR RI Supriansa menilai peristiwa tersebut sebagai bukti penjagaan di Lapas Tangerang lemah.

"Ini adalah bukti bahwa penjagaan di lapas ini sangat lemah. Ini yang perlu diperbaiki. Dirjen PAS ini sudah bisa melakukan perbaikan secara internal. Apalagi ini kan adalah narapidana.

Ini kan mestinya dilakukan penjagaan ketat, apalagi narkoba," kata Supriansa kepada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Supriansa meyakini peristiwa narapidana kabur ini berimbas buruk terhadap citra lapas. Anggota DPR dari Fraksi Golkar menyebut fakta tersebut sebagai kejadian memalukan.

Jadi animo masyarakat yang kemarin-kemarin yang selalu menyatakan dengan gampang narkoba masuk penjara, narkoba di kendalikan dari balik jeruji penjara, ini kan bisa terbukti lagi.

Jangan kan narkobanya masuk penjara, bandarnya pun bisa lari dari penjara. Ini yang sangat memalukan, tegasnya.

Pihak Lapas Tangerang sendiri mengaku akan menelusuri dugaan keterlibatan 'orang dalam' terkait peristiwa tersebut.

Supriansa juga menduga ada keterlibatan pihak lapas yang membantu narapidana tersebut untuk kabur.

"Saya sangat curiga. Kalau orang ditahan itu kan tidak ada linggis, tidak ada cangkul di dalam selnya.

Kalau memakai tangannya menggali lobang dalam selnya, tembus ke depan yang kurang lebih 100 meter, rasa-rasanya itu tidak masuk diakal kalau dengan tangannya dia melakukan penggalian sejauh itu," papar Supriansa.

"Kalau toh memang ada yang terlibat membantu memberikan alat, maka ini yang perlu diusut siapa yang memberikan bantuan untuk memberikan alat untuk menggali, kalau toh memang itu menggunakan alat. Anggap lah pake besi,pakai apa," imbuhnya.

Supriansa meminta agar peristiwa narapidana kabur tersebut menjadi dasar Kementerian Hukum dan HAM untuk mengevaluasi jajarannya.

Menurut elite Golkar itu,Dirjen Pemasyarakatan (PAS) juga perlu mengevaluasi kinerja para sipir.

Nah ini saya minta Kementerian Hukum dan HAM mengevaluasi itu Dirjen PAS, dan Dirjen PAS melakukan evaluasi ke bawah kepada seluruh kepala-kepala rutannya, dengan sipir-sipirnya sekalian, ini perlu dievaluasi lebih lengkap lagi, terang Supriansa.[red_Dtk]