Update

8/recent/ticker-posts

Andai Ahok Jadi Presiden Republik Indonesia


Foto: Topik/Buka-Bukaan Ahok, Eksklusif di CNBC Indonesia

Jakarta - Basuki Tjahja Purnama memiliki visi-misi jika dia bisa Presiden Republik Indonesia. Berbagai rencana dia kemukakan.

Pria yang kerap disapa Ahok ini, menceritakan, jika dirinya bisa terpilih jadi Presiden.

Ahok berandai, jika dirinya terpilih menjadi RI 1, pertama kali yang akan dilakukan dirinya adalah, secara sukarela semua harta kekayaannya dipublikasikan kepada rakyat.

"Langsung ada pemutihan dosa-dosa lama. Supaya rezim ke rezim itu terus menjadikan ini semacam ATM. Supaya [orang tahu] yang gak pernah buat salah gitu. Dulu saya pernah sampaikan [...] siapapun yang ikut harus bisa membuktikan hartanya," kata Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama Pertamina dalam menjawab pertanyaan Butet Kertaradjasa di dalam channel Youtubenya, dikutip Senin (19/10/2020).

"Kalau kamu mengatakan harta orang tua saya, saya turut ya tidak apa-apa. Minimal rakyat tahu, kenapa kamu punya harta sekian puluh ratus miliar. Kami tinggal declare, ini warisan dari ayah saya mantan pejabat ini, rakyat yang putuskan," kata Ahok melanjutkan.

Pun menurut Ahok, jika ada seorang anak pejabat yang melakukan korupsi pun, belum tentu sang anak juga akan menjadi korupsi.

"Belum tentu dia tak punya hati melayani rakyat, belum tentu di tak punya hati menolong yang miskin yang butuh pertolongan. Tapi, yang penting di situ bisa membuktikan harta dari mana, pembuktian terbalik dia pejabat, gaji pejabat diperbaiki," tuturnya.

Kemudian, Ahok kembali berandai. Jika dia menjadi Presiden RI, dia akan menaikkan tunjangan operasional kepada aparatur negara, asal dalam penggunaan anggaran itu jelas tercatat atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) nya ada secara rinci.

"Aparat semua harus dinaikkan gajinya. Prajurit TNI/Polri, kita bisa subsidi langsung ke orangnya. Caranya bagaimana? Anda kalau pergi operasi perang di mana, tiap pulang dapat diskon [belanja] 10%, dua kali perang dapat diskon 20%."

"Kalau sekarang, maaf saja, saya dapat penghargaan perang berapa banyak pun, datang ke Indomaret kalau beli susu, gak ada duit, ya gak dapat susu saya buat anak saya," jelas Ahok.

Pun untuk rakyat, tidak ada salahnya, menurut Ahok memberikan mereka segala kemudahan. KPA yang dimaksud Ahok, misalnya rakyat punya jaminan pendidikan, jaminan kesehatan, jaminan perumahan.

UMKM pun akan dibantu, mulai dari pengusaha kecil jadi sedang, hingga menjadi pengusaha besar. "Itu KPA jelas," tuturnya.

Berkaca dari pengalamannya pernah merasakan bui tahanan, jika jadi Presiden, Ahok ingin memberikan pengampunan terhadap mereka yang pernah melakukan tindakan kejahatan.

"Sebagai kepala negara berhak memberikan pengampunan, itu rekonsiliasi bangsa. Rekonsiliasi bukan berarti menutupi kejahatan. Tapi kejahatan apapun harus tercatat sehingga rakyat generasi kita berikutnya akan belajar tentang apa itu kesalahan yang dilakukan para penguasa terlebih dahulu," kata Ahok.

Sayangnya, segala visi-misi nya ketika kelak menjadi Presiden RI 1 pun luntur seketika. Karena pada dua tahun silam, Ahok pernah menjadi terpidana kasus penodaan agama.

Mengingat, syarat di Indonesia setiap calon presiden dan calon wakil presiden, harus terbebas dari pidana penjara. Ketentuan ini tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Ahok pun sadar, semua yang diandai-andaikan itu, hanya bisa ia khayalkan. Tapi, kata Ahok, dirinya masih bisa menjadi Presiden.

"Saya masih bisa jadi Presiden, Presiden Direktur," ujarnya.

Dari semua pengalaman yang pernah ditempanya, Ahok merasa ada narasi yang hilang dari kebangsaan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ahok meyakini, seseorang itu dilihat bukan dari golongan mana manusia itu berasal, tapi hal apa yang bisa kamu tawarkan agar bisa menjadi manusia yang lebih berguna bagi orang lain.

"Yang jelas sudah lah bagi orang ini sesuatu atau narasi yang hilang dalam bangsa ini. Tentang siapa orang Indonesia. Tiba-tiba seolah-olah saya bukan orang Indonesia asli, jadi ada narasi yang hilang."

"Kalau kita bicara keyakinan, kita susah mengatakan siapa yang paling benar. Tapi kalau anda katakan beriman, ya saya lihat dari perbuatan kamu dong. Perbuatan kamu menunjukkan iman kamu gak? Jadi gak usah suruh saya tunjukkan iman saya, saya akan tunjukkan melalui perbuatan saya. Anda akan tau iman saya seperti apa," kata Ahok mengakhiri percakapannya dengan Butet Kertaradjasa di dalam channel Youtube Butet.[Sumber dari CNBC Indonesia]