Update

8/recent/ticker-posts

Istana Negara Dikepung Tiga Ormas Besar, Deny Siregar : 'Bossnya Terima 500 Juta Untuk DP Rumah'

Denny Siregar*/instagram/dennysirregar /


Jakarta - Pengunjuk rasa yang menolak Omnibus Law mengepung Istana Negara hari ini Selasa, 13 Oktober 2020.

Unjuk rasa dilakukan oleh tiga ormas besar yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI yaitu Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama.

Demo lanjutan tersebut merupakan bentuk penolakan UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI Senin 5 Oktober 2020.

Terkait hal itu, TNI mengerahkan pasukan dari Korps Marinir untuk mengamankan Ibukota Jakarta. Kali ini TNI mengerahkan dua batalyon pasukan Marinir sangar asal Brigade Infanteri 2/Marinir atau Brigif 2/Mar, Jawa Timur.

Berdasarkan infomrasi, dua batalyon Marinir Brigif 2 yang bersiap masuk Jakarta itu, yakni dari Batalyon Infanteri 3/Hiu Petarung dan Batalyon Infanteri 5/Gurita Cakti.

Terkait hal itu, penggiat media sosial Denny Siregar mengatakan diturunkannya pasukan marinir bukan karena skala demonya yang besar. Namun hal itu mengindikasikan UU Omnibus Law dikawal secara serius.

"Turunnya marinir memenuhi jalan2 ibukota bukan karena skala demonya besar. Tapi sebuah pesan dari pemerintah, bahwa UU Omnibus Law ini dikawal secara serius. Jangan main2. @jokowi kalau tangan besinya sudah keluar, mereka yg dulunya bilang dia planga plongo, skrg terkaget2," ujar Denny Siregar dalam akun twitternya, Selasa 13 Oktober 2020.

Sebelumnya ia pun menyinggung soal adanya transaksi uang. Disebutkan, umatnya panas-panasan di jalan, bosnya terima Rp500 juta untuk DP rumah.

"Bossnya terima 500 juta utk DP rumah. Umatnya panas2an di jalan. Sial banget emang para buih dilautan..," celotehnya.

Ia tidak menjelaskan maksud dari pernyataannya tersebut. Namun hal itu mengundang berbagai respons dari sejumlah netizen.***(sumber/BAGIKAN BERITA .com)