Update

8/recent/ticker-posts

Kerja Sama Kemenkumham dengan Universitas Pendidikan Nasional Denpasar Dapat Tingkatkan Kualitas Bantuan Hukum Bagi Masyarakat

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat memberikan sambutan virtual dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kanwil Kemenkumham Bali dengan Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, Bali,pada Jumat (23/10/20).

Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut kerja sama antara jajaran Kemenkumham dengan perguruan tinggi merupakan bentuk sinergi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Yasonna saat memberikan sambutan virtual dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kanwil Kemenkumham Bali dengan Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, Bali, pada Jumat (23/10/2020).

“Periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo memfokuskan tahun 2020-2024 sebagai periode pembangunan kualitas sumber daya manusia,” kata Yasonna dalam keterangan kepada wartawan.

“Penandatanganan nota kesepahaman antara Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Bali dengan Universitas Pendidikan Nasional Denpasar ini merupakan salah satu manifestasi sinergitas pembangunan kualitas SDM antara pemerintah dengan pihak swasta,” katanya.

Yasonna mengatakan kerja sama antara kedua pihak merupakan bentuk upaya peningkatan pelayanan Kemenkumham kepada masyarakat sekaligus perwujudan Tri Dharma Pendidikan.

Karenanya, menteri asal Sorkam, Tapanuli Tengah, tersebut tak urung memberikan apresiasi khusus atas nota kesepahaman yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta bidang hukum lainnya itu.

“Sinergi ini perlu kita apresiasi bersama sebagai salah satu langkah yang maju dalam upaya meningkatkan pembangunan hukum di provinsi Bali,” ujar menteri berusia 67 tahun tersebut.

“Kementerian Hukum dan HAM di wilayah telah mengembangkan Law and Human Rights Center, yang berfungsi memfasilitasi masyarakat dii bidang hukum dan HAM. Dengan adanya Nota Kesepahaman bersama Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, kami mengharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para mahasiswa melalui pendidikan serta pelatihan paralegal sebagai penyedia bantuan hukum kepada masyarakat,” ucapnya.

Adapun acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua pihak dirangkaikan dengan wisuda sarjana dan pascasarjana mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, Bali.

Kepada para wisudawan Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, Yasonna tak lupa menyampaikan harapan dan pesan khusus.

“Semoga para wisudawan ini nantinya mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya dengan baik serta bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

“Yakinlah bahwa apa yang telah Saudara lakukan tidak sia-sia karena hasil dari sebuah proses pendidikan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan memerlukan waktu.Apa yang ditanam hari ini akan Saudara petik di masa yang akan datang,” ujar Yasonna.[red]