Update

8/recent/ticker-posts

Polri : Tidak Ada Anggota Bawa Senjata Api Saat Demo Tolak UU Ciptaker

JAKARTA – Polri memastikan para personelnya yang menjaga aksi demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja tidak menggunakan senjataapi. Ketentuan itu sesuai dengan perintah dari Kapolri Jenderal Idham Azis.

“SOP kita lakukan. Pertama, tidak dipersenjatai dengan senjata api. Itu protap sesuai perintah Bapak Kapolri bahwa untuk pengamanan unjuk rasa tidak dilengkapi dengan senjata api. tidak ada itu semuanya, ya,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono,pada Jumat (9/10/2020).

Argo mengatakan polisi melakukan cara-cara persuasif kepada pendemo untuk menghindari kericuhan terjadi. 

Saat diserang, polisi pun hanya melakukan pertahanan dan menungu sambil mengimbau agar pendemo tidak melakukan aksi anarkis.

“Dalam kegiatan tersebut, polisi melakukan kegiatan nego-nego dengan pengunjuk rasa biar kegiatan aspirasinya bisa disampaikan. Tentunya daripada dinamika unjuk rasa kemarin, dari pihak kepolisian tentunya SOP melakukan pengamanan area tertentu yang tidak diperbolehkan untuk dimasuki dengan posisi yang defense,” tutur Argo.

“Imbauan-imbauan kita lakukan kepada para pengunjuk rasa ini, baik imbauan yang sifatnya persuasif kita berikan, dan kemudian jangan sampai terpancing anggota.,” imbuhnya.

Argo pun memastikan Polri melakukan cara-cara yang humanis dalam pengamanan demo.

Saat pendemo melakukan kerusuhan, polisi hanya berusaha bertahan, bahkan anggota juga ada yang terluka.

“Dengan anggota melihat ada beberapa fasilitas yang ikut menjadi korban, tidak hanya anggota saja. Anggota walaupun dilempari tetap diam saja. Tetap melakukan defense, persuasif. Alhasil ada beberapa anggota yang luka,” papar Argo.[DHP]