Update

8/recent/ticker-posts

Sumpah Pemuda, Pimpinan Perguruan Tinggi Aceh Bahas Problem Keummatan

Takengon - Momentum Sumpah Pemuda dimanfaatkan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Aceh untuk membahas berbagai problem  keummatan kontemporer.

Pertemuan yang berlangsung di IAIN Takengon ini dihadiri Rektor UIN Ar Raniry Warul Walidin bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Rektor IAIN Lhokseumawe, Wakil Rektor 1 IAIN Langsa, Wakil Ketua I dan III STAIN Meulaboh, civitas akademika IAIN Takengon beserta sejumlah undangan lainnya.

“Alhamdulillah, momentum Hari Sumpah Pemuda kami jalin silaturahim untuk mendiskusikan solusi atas persoalan ummat, khususnya di wilayah Aceh,” terang Rektor IAIN Takengon, Zulkarnain di Aceh, pada Rabu (28/10) malam.

Menurutnya, ada empat tema yang dibahas dalam pertemuan ini. Pertama, pengembangan perbankan syari'ah di Aceh dan perannya dalam penguatan ekonomi ummat. Kedua, pengembangan pendidikan Islam pada era teknologi informasi.

Ketiga, upaya menyelesaikan persoalan aliran yang dianggap menyimpang. Keempat,  menguatkan akhlak karimah dalam pergaulan sosial empirik dan pergaulan sosial di dunia maya. 

“Tema-tema yang dibahas ini menyangkut perilaku nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dalam praktik-praktiknya sedang terjadi anomali. Harapannya, PTKIN di Aceh bisa berkontribusi dalam peningkatan kualitas kehidupan ummat,” tuturnya.

Zulkarnain menilai, pertemuan pimpinan PTKIN se Aceh tahun ini memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan bertepatan Sumpah Pemuda dan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Kedua peristiwa sejarah tersebut sangat penting dalam mengantarkan sejarah kebangsaan dan keislaman. 

“Dua peristiwa ini telah menumbuhkan transformasi luar biasa bagi pembangunan peradaban bangsa Indonesia dan peradaban dunia Islam,” jelasnya.

“Kami ingin terus memperkuat peran cendekiawan dalam membangun peradaban bangsa dan Islam,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, lanjut Zulkarnain, ditandatangani juga perpanjangan MoU antara Rektor IAIN Takengon dengan Rektor UIN Ar Raniry, dan Rektor IAIN Takengon dengan Rektor IAIN Lhokseumawe.

“Perpanjangan MoU ini bagian dari upaya berkelanjutan PTKIN dalam penguatan SDM dosen, khususnya di bidang penelitian dan publikasi Ilmiah,” tandasnya.[IDg]