Update

8/recent/ticker-posts

Belum Sepekan Diboikot Saham Anjlok, 40 Perusahaan Prancis Kelabakan

Baru 4 Hari Diboikot, 40 Perusahaan Prancis Kelabakan Sahamnya Anjlok. (Tribun).

Jakarta - Dampak kecaman negara-negara Islam dengan memboikot produk Perancis mulai terasa.

Gerakan memboikot produk Prancis ini merupakan respon negara-negara Islam atas diterbitkannya kartun Nabi Muhammad dalam Majalah Charlie Hebdo.

Tak hanya itu, pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyudutkan Islam kian membuat negara-negara muslim terluka.

Sebagaimana diketahui, Emmanuel mendukung ditayangkannya kembali kartun Nabi Muhammad yang diketahui sejak September lalu atas dasar kebebasan berekspresi.

Majalah Charlie Hebdo menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad sejalan dengan persidangan 14 orang tertuduh sebagai teroris dalam serangan kantor yang menerbitkan kartun tersebut pada tahun 2015 silam.

Imbas dari pemboikotan itu, saham Prancis terbukti anjlok dalam kurun waktu 4 hari terakhir.

Mengutip azhar.eg, untuk menghindari resiko tersendatnya bursa saham, Duta besar Prancis meminta kepada Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib untuk dapat membantu keterpurukan Prancis akan gelombang pemboikotan produk Prancis.

“Kami tidak akan menerima negosiasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan untuk Marcon harus segera meminta maaf,” balas Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib dikutip pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Seperti melansir pikiranrakyat, saham Prancis mengalami kerugian 4 hari berurut sesuai Indeks CAC 40 di Bursa Efek Paris menyusut 0,03 persen atau 1,45 poin menjadi 4.569,67 poin pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2020.

Indeks CAC 40 anjlok 3,37 persen atau 159,54 poin menjadi 4.571,12 poin pada Rabu 28 Oktober, pasca turun 1,77 persen atau 85,46 poin menjadi 4.730,66 poin pada Selasa 27 Oktober, dan jatuh 1,90 persen atau 93,52 poin menjadi 4.816,12 poin pada Senin 26 Oktober 2020.

Dari total 40 saham perusahaan besar dalam Indeks CAC 40, sebesar 23 saham merugi dan 17 lainnya dapat membukukan keuntungan.

Perancang dan pembangun sistem kelistrikan Prancis, Thales, merugi 2,16 persen dimana angka tersebut tercatat kerugian terbesar (top loser) diantara saham unggulan atau blue chips.

Selanjutnya, saham peritel multinasional Prancis Carrefour yang telah kehilangan 2,02 persen dan perusahaan transnasional Prancis yang membidangi pengelolaan air, limbah, dan layanan energi Veolia Environnement turun sebesar 1,92 persen.

Kemudian, ada perusahaan telekomunikasi multinasional Prancis Orange SA yang melonjak 6,10 persen yang tercatat mencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham unggulan.

Terakhir, saham perusahaan pembayaran dan layanan taransaksional Prancis, Worldline yang mengangkat 4,98 persen, serta perusahaan real estat komersial Eropa Unibal-Rodamco-Westfield SE naik 2,22 persen.[KTP]