Update

8/recent/ticker-posts

Berbagi Pengalaman dengan Dubes Austria,Gubernur Bali Sebut Peran Desa Adat Tangani Covid-19

DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster berbagi pengalaman dengan Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia Johannes Peterlik terkait penanganan pandemi Covid-19 di Pulau Dewata.

Di mana dari hari ke hari tingkat kasus penularannya menunjukkan tren penurunan.

"Kita kerja keras betul untuk menurunkan tingkat infeksi harian yang astungkara kini sudah terus menurun. Tingkat kesembuhan juga ada di angka 91 persen, ditambah tingkat kematian yang terkendali," ujar Gubernur Koster saat menerima Dubes Austria di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar pada Jumat (27/11).

Gubernur Koster menyebut peran desa adat melalui perarem (aturan adat) sangat besar, karena turut membantu terciptanya disiplin protokol kesehatan (Prokes) pada masyarakat sesuai kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah.

"Karena itu kalau dibanding daerah lain, Bali termasuk baik dalam penangan pandemi Covid 19. Disiplin masyarakatnya sudah bagus," sebutnya.

Di sisi lain, Gubernur Koster tidak memungkiri, mewabahnya pandemi virus yang bermula di Wuhan, China ini menimbulkan dampak luar biasa terhadap perekonomian Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

"Sejak bulan Maret lalu, kita zero tourism, karena kebijakan menutup penerbangan. Sekarang mulai membaik karena wisatawan domestik mulai masuk, meski ekonomi masih minus. Kita harapkan akhir tahun ini ada peningkatan lagi, karena ada libur akhir tahun," harap Gubernur Koster.

Apabila penerbangan internasional dibuka kembali, Gubernur Koster menyatakan kesiapan Bali untuk menerima kunjungan wisatawan asing dengan segala hal diperlukan.

"Kita sudah siap sebenarnya, tinggal sekarang kebijakan pusat dan negara lain bagaimana? Kebijakan penerbangan sampai protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin di Bali," ujarnya.

Sementara itu, Dubes Johannes Peterlik yang baru bertugas sejak Agustus lalu mengatakan, dirinya terkesan dengan penanganan pandemi Covid 19 di Bali. Hal ini ditunjukan dari data yang terus membaik.[pdp]