Update

8/recent/ticker-posts

DPRD Minta Gubernur Jatim Segera Keluarkan Pergub Pembangunan dan Pemberdayaan Perfilman

Surabaya – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta agar Gubernur Jatim segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pembangunan dan pemberdayaan perfilman di Jatim.

Permintaan ini untuk memperkuat keberadaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 tahun 2014 Tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Perfilman Jawa Timur yang sudah disahkan pada 2014.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi ditemui usai hearing dengan OPD Pemprov Jatim di DPRD Jatim, Rabu (25/11/2020) mengatakan seharusnya keberadaan Perda tersebut seharusnya sudah ditindaklanjuti atau dipayung hukum yang kuat dengan Peraturan Gubernur (Pergub) yang lebih teknis sifatnya agar Perda tersebut fungsional dalam mendorong dan menfasilitasi berkembangnya Industri Film di Jawa Timur.

“Ketersediaan regulasi sangatlah penting, mengingat materi dalam Perda tersebuh sangat koprehensif mencakup kegiatan perfilman dan usaha perfilman. Maka dari itu sangat dibutuhkan oleh keseluruhan ekosistem perfilman mulai dari produser, pegiat, pasar dan masyarakat selaku konsumen,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk memajukan industri film setidaknya ada tiga syarat, yakni pertama tersedianya regulasi yang responsif dan akomodatif terhadap industri perfilman, kedua terbangunnya ekosistem perfilman yang sehat meliputi Pengembangan pasar (bioskop), peningkatan produksi (kuantitas dan kualitas) peningkatan kecerdasan masyarakat untuk mengapresiasi film, dan terakhir adalah terjalinnya sinergitas elemen terkait untuk memproduksi film.

Apabila nanti Pergub sudah dikeluarkan untuk anggarannya, ia mengatakan untuk anggarannya bisa dimasukan atau diikutkaan di dinas Pariwisata Jatim yaitu dalam bidang Seni Kreatif. Bisa juga di dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Ia menambahkan, perlu juga digagas suatu konsep yang sifatnya menyeluruh, akomodatif dan antisipatif terhadap masa depan, karena industri film sangat dinamis dan cakupannya sangat luas.

Konsep tersebut mesti tertuang dalam semacam rencana induk pengembangan perfilman Jawa Timur, sehingga pengembangannya dapat bisa terarah dan terukur. “Semua pihak yang terlibat dalam industri ini perlu memberikan masukan pemikiran dan bersinergi dengan Pemprov Jatim, sehingga konsep yang dibuat dapat menjawab kebutuhan kekinian dan menjangkau masa depan, karena Industri ini sangat mendorong perekonomian dan sejalan dengan budaya atau gaya hidup kekinian yang disebut 4S. Yakni Sugar (kuliner), Skin (kencantikan), Sun (Pariwisata) dan Screen (Gadged/teknologi informasi).”pungkas Daniel.[IP]