Update

8/recent/ticker-posts

Empat Perwakilan Provinsi Melaju ke Final Kompetisi Olahraga Siswa Nasional

Jakarta - Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), telah merampungkan babak penyisihan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) Tahun 2020.

Seluruh peserta terbaik yang lolos ke tahap final dari 34 provinsi sudah terseleksi. Rencananya, babak final KOSN jenjang SD, SMP, dan SMA, digelar awal Desember 2020.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Kemendikbud, Asep Sukmayadi mengaku gembira dengan pelaksanaan KOSN.

"Saya gembira para siswa SD dan SMP antusias mengikuti KOSN. Lebih dari dua ribu video telah diunggah. Sebelumnya pada KOSN pendidikan menengah pesertanya juga luar biasa," kata Asep Sukmayadi, pada Jumat (13/11/2020).

Antusiasme para siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti KOSN memang cukup tinggi.

Panitia mencatat, sebanyak 2.628 siswa yang terdiri dari dari 1.249 siswa SD dan 1.379 siswa SMP telah mengirimkan video ke portal daring lomba. Dari tiap provinsi, juri akan memilih empat peserta untuk mewakili empat nomor lomba dan maju ke babak final.

Tahun ini, terdapat dua cabang olahraga yang dilombakan dalam KOSN, yaitu karate dan pencak silat. Dari dua cabang tersebut dibagi menjadi empat nomor, yaitu: 1). Karate Kata Perorangan Putra; 2). Karate Kata Perorangan Putri; 3). Pencak Silat Jurus Tunggal Putra; dan 4). Pencak Silat Jurus Tunggal Putri.

Asep berterima kasih kepada para orang tua/wali yang telah setia mendampingi putra-putrinya dalam merekam video dan mengirimkannya ke panitia KOSN.

Asep berpesan pada semua peserta, baik yang lolos ke babak final maupun yang tidak, untuk tetap semangat berprestasi di bidang olahraga.

"Ini tidak hanya sekadar kompetisi, tapi parade jurus-jurus jitu untuk menghadapi situasi ini. Kita harus keluar dari situasi dengan menunjukkan prestasi, kemudian kita kuatkan karakter yang sudah larut di Pencak Silat dan Karate," harap Asep.

Tujuan KOSN, menurut Asep Sukmayadi, adalah untuk menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa berbasis penguatan karakter serta nilai-nilai luhur olahraga.

"Selain itu KOSN juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, serta menjalin solidaritas dan persahabatan antarsiswa di seluruh Indonesia.”

Di tengah pandemi Covid-19, Kemendikbud melalui Puspresnas tetap dapat melaksanakan kompetisi antarsiswa maupun antarmahasiswa.

Upaya Puspresnas agar kompetisi tetap berjalan adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Sejauh ini, kompetisi antarsiswa dan antarmahasiswa secara dalam jaringan (daring) dapat berjalan lancar. Sejumlah kendala teknis yang dihadapi dapat diatasi sehingga sampai hari ini semua kompetisi berjalan sesuai jadwal,” tambah Asep.

Juri Karate, Hendrial, mengatakan bahwa KOSN secara daring merupakan pengalaman baru, di mana dewan juri menilai kemampuan peserta dari video dan tidak secara langsung.

“Namun dari video tersebut, seorang juri yang berpengalaman dapat menentukan kemampuan peserta dan memberikan nilai yang adil. Para juri bekerja profesional dan keputusannya dapat dipertanggungjawabkan," tegas Hendrial.

Puspresnas Kemendikbud tahun ini melaksanakan berbagai kompetisi di semua jenjang pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar dilaksanakan sejumlah kompetisi seperti Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Gala Siswa Indonesia (GSI) untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) juga dilaksanakan secara daring.

Pada jenjang pendidikan menengah, KSN, KOSN, FLS2N juga dilaksanakan. Selain itu terdapat juga Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI).

Untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) terdapat juga Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Begitu juga pada pendidikan khusus dan pendidikan tinggi, berbagai kompetisi dilaksanakan sebagai wadah berkompetisi bagi seluruh siswa dan mahasiswa.

Pelaksanaan KOSN 2020 bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), serta dinas pendidikan seluruh provinsi.[KMP]