Update

8/recent/ticker-posts

Menag : Alumni PTKIN Harus Rawat Keberagaman dan Kerukunan Umat

Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi meminta alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk senantiasa merawat keberagaman dan kerukunan umat. 

Pesan ini disampaikan Menag saat menyampaikan orasi ilmiah "Orientasi Transformasi Kelembagaan IAIN Purwokerto menuju UIN Prof KH  Saifuddin Zuhri dan Prospek Alumni PTKIN" yang bersamaan dengan wisuda program Pascasarjana ke-14, Sarjana ke-47 dan Ahli Madya ke-22 secara virtual.

"Di tengah maraknya faham intoleransi dan ekstrimisme, kehadiran alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi penting. Alumni IAIN Purwokerto harus merawat keberagaman sebagai sunatullah serta membingkai keragaman untuk menjaga kerukunan umat.

Keragaman dan kemajemukan adalah karunia Tuhan sebagai keunggulan Indonesia," kata Menag, pada Selasa (24/11/2020).

Ada lima pesan yang disampaikan Menag dalam prosesi wisuda dan orasi ilmiah IAIN Purwokerto.

Pertama, alumni IAIN Purwokerto harus bangga menjadi ahli madya, sarjana, dan magister yang lahir dari garda Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Bangga menjadi sarjana dengan ilmu-ilmu keislaman yang matang dipadu dengan pisau bedah analisis ilmu-ilmu filsafat, sosial-humaniora dan bahkan ekonomi yang mumpuni.

Kedua, tiap alumni harus berusaha untuk menjadi seorang intelektual yang membumi bukan intelektual yang berada di menara gading.

"IAIN Purwokerto telah menempa saudara dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal menajamkan peran sosial-kemasyarakatan selanjutnya," kata Menag.

"Saudara harus menjadi orang yang tampil pertama di tengah masyarakat yang membutuhkan, untuk membantu mereka dengan pendekatan yang komprehensif, sains dan agama atas pelbagai problem kemasyarakatan dan kebangsaannya," sambungnya.

Ketiga, Menag meminta alumni PTKIN menjadi duta moderasi beragama yang senantiasa menebarkan islam yang rahmatan lil ‘alamin, islam yang terbuka (inklusif), moderat dan damai. "Profesi apapun yang akan digeluti nantinya, ingat bahwa alumni PTKI adalah duta Islam moderat," pesan Menag.

"Isilah ruang maya dengan narasi-narasi keagamaan yang mencerahkan lagi mencerdaskan. Bukan menjadikan makna Islam terdegradasi sangat dangkal dan kaku. Anda semua harus mampu menyajikan Islam yang ya’lu wa laa yu’la ‘alaih, tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya," imbuhnya.

Keempat, alumni PTKI harus menjadi ahli madya, sarjana dan magister yang pandai beradaptasi dengan segala situasi dan kondisi zaman. 

"Saya tidak henti-hentinya berpesan agar para sarjana produk ptki bisa menangkap peluang dan menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dengan ciri yang menonjolnya, yaitu hidup dalam lingkungan yang serba digital," sambung Menag.

Kelima, tidak ada orang yang sempurna. Di atas langit masih ada langit. Para guru besar dan dosen telah mengajarkan arti pentingnya tawadlu’ sebagai orang yang berilmu sebagaimana diajarkan dalam kitab ta’limul muta’allim.

Jadilah seperti padi, semakin berisi akan semakin menunduk. teruslah belajar sampai meraih doktor untuk mencari hikmah dan makna kehidupan.

"Atas nama Menteri Agama, saya merasa bangga menjadi bagian dari PTKI, karena dapat bersama-sama saudara semua menjadi pilar perubahan, pilar pembangunan dan pilar harapan bangsa Indonesia. Anda semua adalah kelompok kecil dari 260 juta penduduk Indonesia, yang diberikan nikmat oleh Tuhan dengan kecakapan ilmu dan keluhuran budi menjadi ahli madya, sarjana, dan magister," kata Menag.

"Saya berdoa semoga transformasi kelembagaan IAIN Purwokerto menjadi UIN Prof.Saifuddin Zuhri akan menjadi pelita terang di bumi Purwokerto. Menjadi bintang yang menambah keindahan langit Indonesia dan menjadi mentari yang tak lelah menyinari jagad ini," tutup Menag.[IP]