Update

8/recent/ticker-posts

Polda Jatim Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Dilindungi

Malang Raya - Polda Jawa Timur berhasil menggagalkan aksi penyelundupan ratusan satwa dilindungi yang berasal dari Banjarmasin.

Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arnapi mengungkapkan bahwa penangkapan pelaku berawal dari dari giat pemeriksaan Tim Intel Air Polda Jatim di KMP Mutiara Ferindo 5 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam pemeriksaan tersebut, Tim Intel Air menemukan beberapa jenis burung di antaranya 205 ekor cucak hijau dalam kondisi hidup, dan 20 ekor cucak hijau sudah mati

"Tim Intel Air bekerja sama dengan BKSDA Jatim telah melakukan pemeriksaan di KMP. Mutiara. Dari pemeriksaan itu ditemukan beberapa jenis burung dilindungi undang-undang yang dikirim dari Banjarmasin ke Surabaya," ujarnya melalui keterangan pers yang diterima di Surabaya,pada Selasa 24 November 2020.

Selanjutnya, ada 96 ekor burung murai batu masih hidup dan tiga ekor lainnya sudah mati, 20 ekor burung kacer, dan 80 ekor burung kapas tembak.

Warga Banjarmasin berinisial MH alias Alex (32) diringkus di Pelabuhan Jamrud Selatan, Tanjung Perak, Surabaya, Minggu 22 November 2020, pukul 23.00 WIB.

"Untuk mengelabui petugas di lapangan, tersangka ini pintar, dia membungkus burung burung itu menggunakan boks kardus dan boks plastik kotak. Namun, atas kesigapan petugas di lapangan, anggota bisa menangkap tersangka dan menyita barang bukti," paparnya.

Atas perbuatannya, Alex kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a dan c Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa Alex ditetapkan menjadi tersangka karena tidak dapat menunjukkan surat-surat resmi satwa dilindungi tersebut.

"Karena saat akan dilakukan penangkapan, orang ini tidak bisa menunjukkan surat-surat resmi," kata Kabid Humas Polda Jatim.[tbn]