Update

8/recent/ticker-posts

Radio Konata di Solo Menyelenggarakan Proses Pembelajaran Bagi Siswa SD dan SMP

Surakarta – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta mengelola Radio Konata untuk mendukung proses belajar bagi siswa SMP, SD, dan pendidikan anak usia dini (PAUD) selama masa pandemi.

“Kami menyelenggarakan siaran melalui radio streaming dan juga di frekuensi 100.6 FM,’’ kata Kepala Dinas Kominfo SP Kota Surakarta, Kentis Rahmawati, kepada InfoPublik di Studio Radio Konata, Surakarta, pada Kamis (12/11/2020).  

“Komunikasi antara murid dan guru harus tetap terjaga dan proses belajar secara interaktif tak boleh terhenti, harus terus berlangsung selama pandemi,’’ kata Kentis lagi. 

Penyelenggaraan siaran radio ini didukung oleh PT Telkom yang menyediakan fasilitas bebas pulsa di nomor 08001503696.

Konata, menurut Kentis, diambil dari singkatan Komunitas Anak Surakarta. Khusus untuk proses pembelajaran, radio ini mengudara sejak pagi pukul 08.00-10.00 WIB untuk TK/PAUD, pukul 10.00-12.00 WIB untuk SD, dan pukul 12.00-14.00 untuk SMP dari Senin hingga Jumat.

“Diperkirakan ada sekitar 30 ribu siswa SMP dan 60 ribu siswa SD di Surakarta ini yang memanfaatkan siaran ini untuk proses pembelajaran,’’ jelasnya lagi.

Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru dan siswa. Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan.

“Interaksi di antara mereka harus intensif, agar proses pendidikan dapat berlangsung optimal di masa pandemi Covid-19 ini,’’ tutur Kentis.

Pemerintah Kota Surakarta melihat bahwa tidak semua siswa memiliki gawai seperti telepon selular atau jaringan internet yang memadai untuk mengikuti proses pembelajaran melalui daring.

“Radio Konata yang hadir di frekuensi 100.6 FM dan juga melaksanakan siaran secara streaming menjadi alternatif pilihan terbaik,’’ kata Kentis.

Ia memperlihatkan radio buatan dalam negeri seharga Rp200 ribu yang bisa menggunakan listrik atau baterai, ‘’Jika ada siswa yang tidak mampu memiliki ponsel, karena mahal harganya maka dengan radio ia tetap dapat mengikuti proses pembelajaran,’’ jelasnya lagi.

Namun begitu, seiring dengan perkembangan zaman Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo tetap menginginkan yang terbaik bagi warganya. Ia mencanangkan pembagian 1.500 ponsel bagi siswa kurang mampu di kotanya.

Menurut Kentis, “Sejak September 2020 lalu, Pak Walikota setiap minggu membagikan ponsel kepada siswa agar mereka dapat mengikut proses pembelajaran melalui daring”. 

Hingga saat ini sudah terdistribusikan sekitar 700 ponsel dari hasil bantuan para pengusaha dan donatur.[IP]