Update

8/recent/ticker-posts

Gubernur Wayan Koster Sampaikan Kesiapan Bali Jika Penerbangan Bali-Jepang Dibuka

Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti video conference rapat terbatas dengan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan instansi serta pemangku kepentingan terkait pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali dari Gedung Gajah, Jaya Sabha,  Denpasar, Senin (7/12).

Pertemuan ini membahas situasi terkini di Jepang dan di Bali untuk melihat kemungkinan membuka kembali pariwisata Bali untuk wisatawan Jepang dalam waktu dekat.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali sudah mempersiapkan diri dan mengantisipasi sejak jauh hari seandainya keran wisatawan mancanegara sudah kembali dibuka.

"Kami sudah melakukan tahapan prakondisi melakukan pengetatan protokol kesehatan dengan sejumlah instrumen kebijakan bersama di provinsi Bali untuk wisatawan mancanegara,” kata Gubernur Koster.

Gubernur menambahkan provinsi Bali sudah menyiapkan diri menerima wisatawan mulai dari bandara hingga ke destinasi wisata. Di antaranya dengan kebijakan sertifikasi bagi pelaku usaha pariwisata untuk menjamin keamanan sesuai protokol kesehatan.

"Kalau memang ini diizinkan mulai dibuka kami akan melakukan pengelolaan dan kami pastikan itu bisa dikelola dengan baik,” ujar Gubernur.

Kesiapan juga disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Menurutnya hasil survei menunjukkan minat wisatawan mancanegara untuk ke Bali masih tinggi. Oleh karena itu Garuda Indonesia menyampaikan siap mengoperasionalkan kembali jalur tradisional penerbangan langsung Bali - Jepang.

"Tidak perlu transit lagi. Karena hari ini dalam kondisi pandemi ini apabila nanti dibuka banyak orang berharap bisa terbang langsung,” ujarnya.

Kesiapan Garuda juga ditunjang dengan keberhasilan mendapat penghargaan sebagai satu dari 20 maskapai di dunia yang dianggap aman untuk bepergian dalam kondisi pandemi.

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi berharap pertemuan ini akan menjadi persiapan sehingga ketika pariwisata benar-benar dibuka bisa segera dilaksanakan prosesnya.[pdp]