Update

8/recent/ticker-posts

Kapolda Jateng Imbau Warga tidak Terprovokasi dan Bertindak Berlebihan Tanggapi Kejadian Meninggalnya Laskar FPI di Jakarta

Semarang - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Drs. Ahmad Lutfhi, S.H., S.St., M.K., mengatakan, masyarakat Jawa Tengah tidak boleh terprovokasi dan tetap tenang dengan adanya kejadian beberapa waktu lalu di Jakarta.

Kejadian itu terkait dengan anggota Polri dan ormas FPI yang terjadi pada Senin (7/12/20).

Banyaknya broadcast menyesatkan di berbagai platform media membuat masyarakat resah.

“Kami harap masyarakat Jawa Tengah tetap tenang dan tidak terprovokasi. Percayakan kepada Polri dan TNI untuk menangani aksi premanisme tersebut,” jelas Irjen Pol. Lutfhi dalam keterangannya, Kamis (10/12/20).

Dengan adanya kejadian tersebut, Irjen Pol. Lutfhi ingin agar ormas FPI yang berada di Jawa Tengah untuk mentaati aturan hukum yang berlaku dan tidak bertindak berlebihan atas insiden itu.

“Kami minta untuk tetap berprilaku baik, santun, dan agamais dengan mentaati aturan hukum yang berlaku serta tidak bertindak berlebihan atas kejadian di Jakarta,” tutur Irjen Pol. Lutfhi.

Selain itu, jenderal bintang dua ini meminta kepada masyarakat Jawa Tengah untuk tetap mematuhi aturan lainnya yaitu terkait dengan protokol kesehatan. Mengingat, Indonesia masih sedang dilanda virus berbahaya yaitu Covid-19.

“Ingat bahwa Covid 19 masih perlu kita lawan bersama dengan protokol kesehatan 3 M serta hindari kerumunan,” tegas Irjen Pol. Lutfhi.

Sebelumnya diberitakan, terkait dengan adanya kasus tewasnya enam orang laskar pengawal Rizieq Shihab. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., memastikan, proses penyidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional dan diawasi oleh Divisi Propam Polri.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menciptakan penegakan hukum yang profesional.[tbn_red]