Update

8/recent/ticker-posts

Kinerja KPK 2020, Indeks Perilaku Antikorupsi Meningkat

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil meraih indeks perilaku antikorupsi (IPAK) 3,84 poin dari target yang dicanangkan 4 poin atau mencapai angka 96 persen.

Sepanjang tahun 2020, Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. IPAK pada tahun 2020 terealisasi hampir dengan skor 3,84, angka ini naik sebesar 0,14 poin dibandingkan tahun 2019.

Dengan skala indeks 0 sampai 5, rentang indeks 3,76 sampai 5,00 yang berarti sangat antikorupsi, maka skor IPAK 2020 dikategorikan sangat antikorupsi.

"Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK), realisasi IPAK dengan realisasi 3,84 dari target 4 atau mencapaian 96%," kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam jumpa pers capaian kinerja KPKa 2020,di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Firli menambahkan, dengan capaian IPAK tersebut, KPK telah berhasil melakukan Asset Recovery. Realisasi asset recovery mencapai 58,80 dari target 70 (capaian 84%).

Firli melanjutkan, pada 2020 lembaga antirasuah kembali memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sedangkan untuk Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja KPK Realisasi 81,64 dari target 82 (capaian 99,56%). Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja KPK mendapatkan 81,64 predikat A.

Lalu, untuk Indeks Maturitas Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) KPK Realisasi 3,56 dari target 3,6 (capaian 98,89%) merupakan hasil yang disampaikan oleh Tim Penilai BPKP.

"Indeks Maturitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) KPK Realisasi Indeks Maturitas SPBE KPK sesuai hasil Asesmen mandiri yang dilakukan KPK bersama Tim KemenPAN-RB pada tanggal 12 Oktober 2020 sebesar 3,55 dari skala 4. Angka ini lebih besar dibanding capaian tahun 2019 sebesar 2,68," ungkapnya.

Lalu untuk rekomendasi Perbaikan Regulasi dan Tata Kelola pada Sektor Prioritas dengan realisasi 33,33% dari target 40% (capaian 83,25%) berupa rekomendasi dihasilkan dari 7 kajian cepat penanganan Covid-19.

"Monitoring tindak lanjut rekomendasi hasil penelitian Realisasi 41,53% dari target 24% (capaian 120%) berupa 27 rekomendasi dari 65 kajian rekomendasi," pungkasnya.[red_ip]