Update

8/recent/ticker-posts

Presiden : Sambut Tahun Baru 2021 Dengan Optimis

Jakarta - Presiden RI Joko Widodo meminta seluruh warga negara tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan karena wabah COVID-19 masih mengancam.

Penerapan protokol kesehatan harus tetap dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi.

Hal ini ditegaskan Presiden saat memberikan sambutan menyambut tahun baru 2021 di kanal youtube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).

“Taatilah protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cucui tangan. Jangan lengah, jangan menganggap remeh. Dengan kesehatan masyarakat yang pulih, kepercayaan dunia meningkat, maka pemulihan ekonomi akan terjadi di tahun 2021,” tegas Kepala Negara.

Tahun 2021 dikatakan Presiden akan menjadi catatan sejarah sebagai tahun pemulihan kehidupan kita semua. Hal ini karena tahun 2020 sebagai tahun ujian yang amat berat. Pandemi COVID-19 mengakibatkan krisis kesehatan dunia, dan krisis perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia.

“Kita akan mampu mengatasi ujian ini. Tahun 2021 akan menjadi catatan sejarah sebagai tahun pemulihan kehidupan kita semua,” kata Kepala Negara.

Total kasus positif COVID-19 dunia telah mencapai 82 juta orang, dengan kematian 1.8 juta orang. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, banyak orang kehilangan nafkah, yang membuat tahun 2020 merupakan krisis terberat dalam sejarah dunia.

“Bangsa Indonesia, kita juga tak luput dari cobaan yang tidak  udah ini, ujian yang amat berat. Tapi kita harus bersyukur, kita mampu menghadapinya dengan ketegaran, kita tetap bisa tegak menjalankan roda kehidupan, kita mamu beradaptasi dengan cara-cara baru agar wabah ini bisa kita batasi, dan permasalahn perekonomian bisa kita selesaikan satu demi satu,” ujar Presiden.

Dengan berbekal optimis, lanjut Presiden, akan mendorong seluruh elemen bangsa untuk melakukan inovasi di tengah pandemi saat ini. Dampaknya, pemulihan berbagai sendi kehidupan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat.

"Saya yakin negara Indonesia mampu bangkit dan melakukan banyak inovasi," imbuhnya.

Pemerintah telah dan terus melakukan berbagai cara dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Salah satu langkah yang dimaksud adalah rencana vaksinasi yang akan diberikan pada masyarakat pada awal-awal tahun depan.

Harapannya, dengan melakukan vaksinasi kepada sebagian besar masyarakat akan tercipta kekebalan bersama. Sehingga, penyebaran virus COVID-19 dapat segera diatasi secepatnya.

"Pemerintah akan terus bekerja keras mengendalikan kasus COVID-19 dengan cara vaksinasi yang akan segera dilakukan di pertengahan Januari 2021," katanya.

Pemerintah juga dikatakan Kepala Negara tak lelah melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif terkait dengan penggunaan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Selama menunggu seluruh tahapan vaksinasi selesai dilakukan oleh pemerintah.

Memasuki tahun 2021, dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia, Presiden yakin mampu bangkit dan melakukan banyak inovasi. Pemulihan perekonomian setahap demi setahap telah membaik. Hal ini dikatakan Kepala Negara mulai terasa di kuartal ke-3 dan ke-4 tahun 2020. Invetasi baru mulai muncul dan diyakini akan menggerakkan ekonomi masyarakat dan industri masa depan.

“Sehingga peluang kerja akan meningat dan kesejahteraan masyarakat akan lebih baik. Tapi bukan berarti persoalan sudah selesai. Kita harus berhasil mengatasi pandemic COVID-19. Kita harus mampu menghentikan wabah ini dengan segera. Memang sesuatu yang tidak mudah. Oleh karena itu pemerintah akan terus bekerja keras, mengendalikan kasus COVID-19,” tegas Presiden.

Pada kesempatan ini Presiden juga menegaskan bahwa vaksinasi akan segera dilakukan di pertengahan Januari 2021. Hal ini untuk mencapai herd imunity, kekebalan komunal, sehingga penyebaran COVID-19 bisa dihentikan.

“Tahun 2021 akan menjadi catatan sejarah sebagai tahun pemulihan kehidupan kita semua. Selamat tahun baru 2021. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua,” pungkas Presiden.[i_p]