Update

8/recent/ticker-posts

Tenun Minang Akan Dikembangkan dan Menjadi Seragam Kerja ASN

Padang – Pemprov Sumbar dan Pemko Padang serta 6 kabupaten/kota lainnya di Sumbar menandatangani komitmen bersama pengembanganan tenun Minang di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Senin (30/11/2020).

Sejlan dengan itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno  mengimbau seluruh masyarakat Minang untuk memiliki dan menggunakan tenun Minang sebagai busana kebanggaan yang dapat digunakan pada setiap kesempatan.

Seluruh OPD, instansi/lembaga vertikal di daerah ini juga diharapkan menggunakan tenun Minang sebagai salah satu seragam kerja, minimal satu minggu sekali, kata Gubernur Irwan Prayitno, Rabu (2/12/2020).

"Dengan pencanangan ini, minimal satu minggu sekali, kita mengenakan tenun khas Minang sebagai seragam," pinta Irwan Prayitno.

Dikatakan, pihaknya mendukung pencanangan transformasi tenun Minang yang diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan perekonomian dengan mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif menuju digitalisasi UMKM dan pariwisata yang maju.

"Kita berharap melalui pencanangan ini maka pertumbuhan ekonomi kreatif khususnya di sektor fashion dan juga pariwisata akan semakin bertambah yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Pencanangan transformasi tenun Minang juga diharapkan menjadi salah satu stimulus pemulihan ekonomi pada masa pandemi. Kebijakan itu dinilainya sebagai inovasi yang baik, sehingga diharapkan memacu geliat industri rakyat.

“Jika ingin pemakaian kain khas daerah itu menjadi masif, maka diperlukan produksi yang lebih banyak, dalam waktu lebih cepat, dan harga yang relatif lebih terjangkau,” katanya.

Selanjutnya, kebanggaan terhadap tenun Minang dapat mendorong wisatawan baik domestik maupun asing untuk menjadikan tenun Minang sebagai oleh-oleh yang wajib dibeli.

Apalagi Pemprov Sumbar dan Pemko Padang serta 6 kabupaten/kota lainnya di Sumbar menandatangani komitmen bersama pengembanganan tenun Minang di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Senin (30/11/2020).

Mulai saat ini, kita tidak lagi menyebut tenun unggan, songket pandai sikek, songket halaban.

"Kita bisa sebut semua itu dengan tenung Minang, agar mudah bagi wisatawan untuk mengasosiasikan kekayaan tenun dan songket di Minangkabau dengan satu kata Tenun Minang," imbau Gubernur Sumbar.[Mc- Pd/ip]