Update

8/recent/ticker-posts

Panglima TNI: Jadilah Perwira Pemimpin Yang Peka Perubahan Situasi

Yogyakarta - Sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), di masa kini dituntuk untuk bisa menjadi seorang "Perwira Pemimpin" yang benar-benar menguasai ilmu pengetahuan dan peka terhadap perubahan, di samping para perwira jago terbang, menembak dan aerobatik tapi ada ilmu lain yang harus dikuasai yaitu Pembinaan Teritorial (Binter).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, saat  memberikan pengarahan kepada Instruktur dan Perwira Siswa Sekolah Penerbang (Pasis Sekbang) TNI AU di Gedung Sabang-Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogjakarta, pada Jumat (19/2/2021).

Karena, menurut Hadi, bila itu sudah dikuasai ketika menjadi Komandan Lanud bisa mengimplementasikan ilmu teritorial tersebut kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Terkait dengan ilmu pembinaan teritorial, Panglima TNI sudah menyampaikan kepada Kepala Staf Angkatan Udara untuk memberikan ilmu pembinaan teritorial kepada seluruh Pasis Sekbang TNI AU.

Menurut Panglima TNI, pembinaan teritorial adalah pembinaan yang digunakan oleh anggota TNI karena sangat menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat.

“Dengan pembinaan teritorial kita bisa memberdayakan, membina aspek geografis, demografis dan kondisi sosial,” ujarnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa aspek geografis selama ini pembinaan wilayah udara dilaksanakan Babinpotdirga, dalam rangka memberikan ruang untuk kegiatan operasi atau mempersiapkan Mandala operasi guna kegiatan peperangan dan lainnya.

Selanjutnya, demografi adalah unsur masyarakat dipersiapkan sebagai alat untuk melipatgandakan kekuatan, contohnya dalam bentuk komponen cadangan atau komponen pendukung.

Sedangkan kondisi sosial adalah dinamika di masyarakat saat damai dan aman.

“Tiga aspek itu, kalau digabungkan menjadi satu maka kita akan dapatkan Ruang, Alat, dan Kondisi (RAK) Juang yang tangguh,” jelas Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengatakan untuk memutus rantai wabah COVID-19, mengajak agar selalu menerapkan protokol kesehatan dengan cara melaksanakan 3 M (Memakai, Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) dan 3 T (Testing, Tracing, Treatment).

“Pelaksanaan protokol kesehatan untuk menjaga stabilitas keamanan nasional agar percepatan ekonomi nasional bisa segera pulih kembali,” harapnya.[inf-red]