Update

8/recent/ticker-posts

Sebanyak 7 CPNS Lapas Narkotika Jakarta Jalani Tes Assesment Psikologi

Jakarta – Sebanyak 7 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti Assesment Psikologi yang diselenggarakan di ruang Aula Gedung 1 Lapas Narkotika Jakarta. Pada Senin (01/02/2021).

Kegiatan assesment dilakukan oleh tim psikologi Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta untuk memudahkan dalam menyusun dan menempatkan CPNS ke Regu Pengamanan (Rupam) sesuai dengan aspek psikologinya.

Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan Lapas Narkotika Klas IIA Jakara, Muryani dalam arahannya saat membuka kegiatan menyampaikan “Tujuan dilaksanakan assesmen adalah untuk memudahkan kami, jajaran pembinaan kepegawaian, untuk menyusun rencana penempatan kalian sebagai anggota regu pengamanan. Assesmen merupakan bagian yang penting untuk menggali berbagai informasi kepada kami tentang berbagai aspek psikologi dari masing-masing CPNS”.

Winanti selaku Tim Psikologi yang bertugas langsung menjadi Assesor, menjabarkan bahwa “aspek penilaian yang dilakukan meliputi aspek kedisiplinan dan kecenderungan yang bersangkutan dalam melaksanakan peraturan yang berlaku, kematangan emosional, tanggung jawab, bakat atau minat dan berbagai aspek psikologi lainnya yang tidak didapat dengan penglihatan kasat mata saja selama CPNS mengikuti masa orientasi”.

Winanti menambahkan “Test yang diberikan meliputi Army Alpha Intelligence Test, Intelligence Structure Test (IST), 16PF (Personality Factor), Pauli Test dan Wartegg Ziechen Tets”.

“Hasil tes ini nantinya akan digunakan sebagai tolok ukur dalam menilai minat dan bakat yang dimiliki masing-masing CPNS”, ujar Winanti.

Hal ini sesuai dengan arahan Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Oga G Darmawan untuk menciptakan Tunas Pengayoman yang memiliki kepribadian yang unggul dan juga smart. “Hasil Assesment nantinya untuk mempermudah kami dalam menyusun SK (Surat Keputusan) penempatan mereka dalam regu pengamanan dimana butuh keseimbangan dari masing-masing personil anggota regu secara rata, meliputi kemampuan fisik dan aspek psikologi”.

“Dengan adanya Assesment Psikologi bagi CPNS diharapkan agar mereka dapat mengikuti setiap tahap tes dengan serius dan sungguh-sungguh”. Tutup Oga selaku Kalapas.

Angello salah satu CPNS peserta tes mengungkapkan kesannya “selama mengikuti test rasanya sangat tegang dan gugup, baru pertama kali mengikuti assesment, tapi saya bersyukur bisa menjawab dan melewati setiap tes yang diberikan” ungkap Angello.[red_lnp]