Update

8/recent/ticker-posts

Balitbangkumham Ingatkan Pencurian Konten Youtube Bisa Dikenai Sanksi Pidana

JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM  Kemenkumham RI (Balitbangkumham) memandang perlindungan hak moral dan ekonomi terhadap para content creator di Youtube penting dilakukan.

Pasalnya, kasus pencurian konten sinematografi tengah marak melanda para content creator.  Bahkan, media massa daringjuga dilihat sebagai salah satu pihak yang sering mencatut konten Youtube untuk melengkapi isi berita tanpa disertai izin kepada kreatornya.

Salah satu kasus yang ramai menjadi perbincangan belakangan ini adalah pencurian konten Youtube milik Deddy Corbuzier. Seseorang telah meng-upload ulang konten miliknya di aplikasi musik Spotify tanpa pemberitahuan apa pun.

Pria yang pernah bergelut di dunia sulap ini memang mempunyai konten podcast sangat popular dengan 13 juta lebih pengikut.

Contoh lain, kasus pencurian konten pernah dilakukan akun Youtube ‘Calon Sarjana’. Akun tersebut diketahui telah mencuri konten dari creator luar negeri, yakni JT.

Perbuatan yang dilakukan oknum-oknum tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak cipta yang bisa dituntut pertanggungjawabannya.

Perlindungan terhadap kreator Youtube dipandang sebagai hal mendesak demi memberi sanksi pidana dan denda terhadap siapa saja yang telah melanggar hak cipta.

“Dua mata pisau” konten Youtube

Youtube merupakan platform streaming video populer yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kreatifitas mereka dengan memproduksi konten video secara independen untuk bisa dinikmati oleh orang lain.

Melalui Youtube, masyarakat tidak hanya bisa bertindak sebagai penonton belaka, melainkan secara aktif menjadi produsennya.

Dari masyarakat biasa, para artis, anggota DPR, hingga Presiden Joko Widodo turut meramaikan Youtube. Akun “Presiden Joko Widodo” rutin membagikan vlog dan memiliki 2 juta lebih pengikut.

Tingginya antusiasme masyarakat untuk memproduksi konten Youtube didorong oleh nilai penghasilan yang menjanjikan melalui iklan atau adsense yang ditawarkan.

Terlebih, Youtube kini telah memiliki Partnership Program yang dirancang khusus jika para content creator ingin menjadi seorang creator tetap.

Dilansir dari Social Blade, keuntungan yang diperoleh akun Deddy Corbuzier diperkirakan mencapai US $ 468,4 ribu atau sekitar Rp 428 juta rupiah.

Namun dibalik itu semua, pundi-pundi yang bisa dihasilkan justru membuat beberapa oknum melakukan pelanggaran hak cipta, misalnya dengan mengambil konten tanpa izin dan mengunggahulang seakan konten video tersebut milik mereka.

Dalam UU Hak Cipta, content creator memiliki hak eksklusif yang terdiri dari hak moral dan hak ekonomi yang melekat pada sang pencipta dan tidak bisa dialihkan. Selain itu, UU ITE pun secara jelas memberikan perlindungan akan karya elektronik yang juga memiliki hak cipta.

Berdasarkan Pasal 113 ayat (2) UU Hak Cipta, setiap tindakan pelanggaran atas hak ekonomi pencipta dengan tujuan kepentingan komersial bisa diancam dengan hukuman penjara maksimal tiga tahun dan denda sebanyak Rp 500.000.000,00.

Para kreator yang merasa dirugikan atas hasil pelanggaran tersebut dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga berdasarkan Pasal 100 UU Hak Cipta.

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa upaya hukum merupakan cara terakhir untuk menyelesaikan masalah. Sebab, penghargaan atas suatu kekayaan intelektual sudah sepatutnya menjadi kesadaran semua pihak.

Seorang kreator perlu melihat pentingnya perlindungan hak cipta, terutama pada sesuatu yang bersifat komersial dan rentan menjadi sengketa.

Di sisi lain, setiap orang juga perlu menjunjung tinggi penghargaan atas hak cipta yang terkandung dalam sebuah karya. Sementara, Pemerintah selaku regulator sudah sepatutnya membentuk regulasi yang ketat sebagai antisipasi agar tidak ada celah melakukan pelanggaran atas hak cipta.[blh_red]