Update

8/recent/ticker-posts

517.600 Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia


(Foto: Sebanyak 517.600 dosis vaksin COVID-19 dari Sinopharm diturunkan dari pesawat, untuk kemudian dibawa menggunakan mobil pengangkut ke area bandara, Sabtu 1 Mei 2021/INF)

JAKARTA - Sebanyak 517.600 dosis vaksin COVID-19 dari Sinopharm tiba di Tanah Air pada Sabtu (1/5/2021) siang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pantauan InfoPublik di Bandara Soetta, vaksin Sinopharm dalam bentuk jadi diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 891. Tampak beberapa boks putih telah diturunkan dari pesawat, untuk kemudian dibawa menggunakan mobil pengangkut ke area bandara.

Sebelum dibawa ke luar area bandara, petugas otoritas bandara terlihat melakukan pengecekan terlebih dahulu. Vaksin selanjutnya akan dibawa ke gudang Kimia Farma di Pulo Gadung.

Ini merupakan kedua kalinya Indonesia kedatangan vaksin Sinopharm. Sebelumnya pada Jumat (30/4), Indonesia telah menerima sebanyak 482.400 dosis vaksin Sinopharm dalam bentuk jadi. Total sudah 1 juta vaksin Sinopharm tiba di Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Republik Indonesia telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Autorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm.

Sebelumnya, Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengatakan, vaksin Sinopharm ini menggunakan platform inactivated virus. Vaksin ini telah didaftarkan di Indonesia dan didistribusikan PT. Kimia Farma dengan nama SarsCov2 Vaccine Vero Cell Inactivated.

“Badan POM telah mengeluarkan EUA untuk vaksin Sinopharm pada 29 April 2021 dengan nomor EUA2159000143A2 dengan satu kemasan vial berisi 0,5 ml satu dosis vaksin,” ujar Penny saat konferensi pers secara virtual.

Indikasi yang disetujui adalah untuk membentuk antibodi yang memberikan kekebalan untuk melawan dan mencegah COVID-19 pada orang dewasa diatas usia 18 tahun. Pemberian dua dosis dengan durasi 21 hingga 28 hari.

Kejadian efek samping lokal yang sering dilaporkan yaitu dalam kategori ringan sepeti rasa sakit, kemerahan, bengkak dengan frekuensi 0,01 persen. Sedangkan efek samping lokal kategori berat grade 3 juga dengan frekuensi 0,01 persen.

Kemudian efek samping sistemik yang dilaporkan, yaitu sakit kepala 12 persen, nyeri otot tiga persen, batuk, dan efek ringan lainnya. Efek samping sistemik grade 3 yang dilaporkan juga ringan, 0,01 persen.

“Dari aspek keamanan dari vaksin Sinopharm adalah aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Aspek mutu, mulai dari bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan sebagainya juga sudah disampaikan sesuai dan lengkap,” terang Penny.[inf]