Update

8/recent/ticker-posts

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ajak Semua Daerah Manfaatkan Sampah Plastik Jadi BBM

(Foto: Biro Humas KHLK)
JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Pusat Kajian Kebijakan Strategis (Pusjakstra), mengajak semua daerah untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi energi baru terbarukan (EBT) berupa bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar, seperti yang dilakukan masyarakat Pulau Pramuka di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Kepala Pusat Kajian Kebijakan Strategis (Kepala PK2S) KLHK Herry Subagiadi mengatakan kegiatan ini selain bisa menurunkan jumlah sampah plastik juga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat dari BBM yang didapatkannya.

"Saya harap kegiatan di Pulau Pramuka ini dapat direplikasi di tempat lain, dari diskusi ini, kami berharap ada tindak lanjut yang akan kami kaji di kantor untuk mewujudkan pemanfaatan sampah plastik menjadi EBT di tempat lain," ujar Kepala Pusjakstra dalam keterangan resminya terkait peninjauan KLHK ke kegiatan pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Pulau Pramuka pada Kamis (27/5/2021).

Menurut Kepala Pusjakstra teknologi yang dipergunakan untuk pengolahan sampah plastik menjadi BBM Solar cukup terjangkau sehingga bisa diaplikasikan di daerah pulau-pulau lain.

Guru dan inisiator Rumah Literasi Hijau (RLH) di Pulau Pramuka Mariyah menambahkan bahwa sejak dua tahun terkahir pihaknya mendapatkan bantuan alat mesin pirolisis yang dapat mengubah sampah plastik menjadi BBM berupa solar.

Teknologi ini dinilai sangat sederhana, tidak perlu listrik besar dan tempat yang luas sehingga memungkinkan orang awam untuk cepat mempelajarinya.

"Hasil uji lab yang kami lakukan sebanyak tiga kali di dua laboratorium berbeda, hasilnya adalah BBM yang dihasilkan relatif stabil dan bisa mengoperasikan mesin dua tak seperti gergaji mesin (chainsaw)," jelas dia.[red]