Update

8/recent/ticker-posts

Minta Pemkab Sumenep Manfaatkan Pesawat Seaplane Jadi Transportasi Alternatif

Sumenep - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep M. Syukri mengapresiasi uji coba penerbangan jalur wisata dari Bali menuju Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek dengan menggunakan pesawat C-208A Travira Air.

Pesawat itu merupakan jenis pesawat seaplane atau pesawat yang bisa mendarat dan lepas landas di air.

Politisi asal Kepulauan ini meminta pemerintah tidak hanya memanfaatkan pesawat tersebut untuk sektor pariwisata, namun juga sebagai transportasi alternatif masyarakat kepulauan.

Pasalnya, pesawat amphibi Travira Air yang telah diuji coba dari Denpasar, Bali-Pulau Giliyang, Sumenep akhir bulan lalu diharapkan tak hanya jadi penerbangan bagi wisatawan dari Bali yang hendak ke Kabupaten Sumenep.

"Pesawat yang bisa mendarat dan lepas landas di atas air akan sangat membantu, tidak hanya untuk pariwisata, tapi bisa juga menjadi alternatif transportasi masyarakat kepulauan, karena akan mempercepat mobilitas dan sirkulasi bisnis,” ujarnya, pada Jumat (28/5).

Syukri, anggota dewan asal Pulau Kangean tersebut, meminta agar infrastruktur penting yang menjadi syarat agar pesawat seaplane bisa segera beroperasi supaya cepat dibangun, yakni Bandara Apung.

Rencana bandara apung atau water base yang akan ditempatkan di Pulau Giliyang sebagai penunjang transportasi wisatawan ke pulau oksigen tersebut, juga diagendakan dibangun di Pulau Kangean.

Oleh sebab itu, pihaknya sebagai wakil rakyat dari Pulau Kangean berharap pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, untuk serius mengurus water base guna mewujudkan penerbangan amphibi.

“Karena ada dua yang diagendakan di Pulau Giliyang dan Kangean, saya sebagai orang pulau sangat berharap masalah water base berikut penerbangan amphibi diseriusi,” terang Syukri.

Politisi muda tersebut menambahkan, hadirnya pesawat amphibi menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat kepulauan, khususnya warga Pulau Kangean.

Meski selama ini sudah ada penerbangan rute Sumenep-Pagerungan, namun warga Pulau Kangean tetap memilih jalur laut saat bepergian ke Kota Sumenep. Sebab, jarak dari Kangean ke Pagerungan dinilai terlalu jauh.

“Semakin banyak pilihan semakin bagus, biarlah masyarakat memilih transportasi tersebut, mau lewat kapal laut atau pesawat. Jika butuh cepat, maka alternatifnya ya pesawat amphibi ini,” ujar Syukri.

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah serius merealisasikan penerbangan amphibi. Karena keberadaannya sangat membantu, terutama saat cuaca ekstrem.

“Penerbangan amphibi juga dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat pulau,” imbuh Syukri.

Sebelumnya, Pemkab Sumenep melakukan uji coba penerbangan amphibi dari Denpasar, Bali menuju Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek pada 26 April 2021. Uji coba pesawat type Grand Caravan C-208 Amphibi Travira Air tersebut berjalan mulus.

Penerbangan amphibi ini merupakan program Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara (Puslitbang TU) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk jalur transportasi wisata.

Sementara menurut Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH, MH, Kabupaten Sumenep memiliki banyak pulau dan sebagian di antaranya menjadi objek wisata memang membutuhkan inovasi untuk mengembangkannya.

“Selama ini yang menjadi kendala adalah transportasi laut jalur objek wisata, karena jarak tempuh yang relatif jauh,” ungkap Fauzi.

Bupati mengaku sangat terbantu dengan program ini. Pihaknya berterima kasih kepada Puslitbang Transportasi Udara Balitbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang menginisiasi program tersebut.

“Gagasan membuka jalur penerbangan langsung ke Giliyang bisa menjadi solusi atas persoalan waktu tempuh. Terima kasih atas inisiasinya dan semoga benar-benar ada tindaklanjutnya,” katanya.[inp]