Update

8/recent/ticker-posts

Kenakan Busana Adat, Presiden Ajak Redam Rivalitas dengan Membumikan Pancasila

JAKARTA - Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digaungkan setiap 1 Juni, untuk dua tahun terakhir dilakukan secara daring. Mengenakan busana adat dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly hadir mengikuti jalannya upacara dari kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Sedangkan Presiden Joko Widodo, yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengenakan busana adat dari Kalimantan Selatan, tepatnya dari wilayah Tanah Bumbu. Pengenaan busana adat sendiri mengikuti himbauan dari surat edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) selaku Panitia Pelaksana Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021.

Presiden dalam sambutannya mengatakan sepanjang 76 tahun republik ini berdiri, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan.

Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia, tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Bahkan, meningkatnya rivalitas dan kompetisi mesti diredam dengan cara membumikan Pancasila.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Jokowi tersebut mengatakan kita perlu mewaspadai meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antara pandangan, rivalitas antar nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi.

“Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, pada Selasa (01/06/2021) pagi.

Ketika konektivitas melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini, kata Jokowi, bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu.

Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini.

“Menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa,” ujar Jokowi. “Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama revolusi industri 4.0, dan sekaligus Pancasila harus menjadi pondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berke-Indonesiaan,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Jokowi mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju yang kita cita-citakan.

“Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila. Selamat membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya.[red_khi]